KTT I TENTANG LINKUNGAN HIDUP
KTT I Lingkungan Hidup
Stockholm, Swedia (Juni 1972)
Konferensi
internasional lingkungan hidup atau United Nations Conference on Human
Environment (UNCHE), di Stockholm, Swedia adalah konferensi yang sangat
bersejarah, karena merupakan konferensi pertama tentang lingkungan hidup yang
diprakarsai oleh PBB yang diikuti oleh wakil dari 114 negara. Konferensi ini
juga merupakan penentu langkah awal upaya penyelamatan lingkungan hidup secara
global.
Dalam konferensi
Stockholm inilah untuk pertama kali moto “ Hanya ada satu bumi “ (Only one
Earth) untuk semua manusia, diperkenalkan. Motto itu sekaligus menjadi motto
konferensi. Selain itu, konferensi Stockholm menetapkan tanggal 5 Juni yang
juga hari pembukaan konferensi tersebut sebagai hari lingkungan hidup se-dunia
(World environment day).
- kesepakatan mengenai keterkaitan antara konsep pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup. Persoalan lingkungan hidup diidentikkan dengan kemiskinan, keterbelakangan, tingkat pembangunan yang masih rendah dan pendidikan rendah, intinya faktor kemiskinan yang menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan hidup didunia. Sehingga dalam forum tersebut disepakati suatu persepsi bahwa kebijakan lingkungan hidup harus terkait dengan kebijakan pembangunan nasional.
- menghasilkan resolusi monumental, yaitu pembentukan badan khusus PBB untuk masalah lingkungan United Nations Environmental Programme (UNEP), yang markas besarnya ditetapkan di Nairobi, Kenya. UNEP merupakan motor pelaksana komitmen mengenai lingkungan hidup dan telah melahirkan gagasan besar pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development). Gagasan pembangunan berkelanjutan diawali dengan terbitnya Laporan Brundtland (1987), “Our Common Future”, yang memformulasikan prinsip dasar pembangunan berkelanjutan.
- rekomendasi Konferensi Stockholm Nomor 99.3. ditindaklanjuti dengan melaksanakan Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) atau Konvensi PBB mengenai perdagangan Internasional Jenis-Jenis Flora dan Fauna Terancam Punah. Misi dan tujuan CITES adalah untuk menghindarkan jenis-jenis tumbuhan dan satwa dari kepunahan di alam melalui sistem pengendalian jenis-jenis tumbuhan dan satwa, serta produk-produknya secara internasional.
- dalam dokumen konfrensi Stockholm “The Control of Industrial Pollution and International Trade” secara langsung mendorong GATT untuk meninjau kembali kebijakannya agar tidak menimbulkan diskriminasi terhadap Negara berkembang.
Komentar
Posting Komentar